Oleh: JAKA PRAKASA
SINGLE REVIEW – Maxi Single: grey//ease | @dirtwave.rekods
grey//
Saya langsung tahu akan menikmati grey ketika channel L/R dari TWS diskon ini memberi sensasi persepsi audio yang komplit. Bass membangun kerangka melodi komposisi dengan gitar-gitar memanfaatkan ruang dengar secara maksimal, seperlunya. Ya, seperlunya. Lavndear mampu menahan diri dengan tidak bermain secara berlebihan.
Vokal memang tidak menjadi bintang utama di shoegaze namun tidak lantas berarti hanya sekedar ada. Vokal berlapis menambah kekuatan grey sebagai aksentuasi memberi dinamika pada lagu menjadi lebih ekspresif.
Menjelang akhir, saya menyadari grey memiliki thematic closure. Ketika ketukan yang menutup lagu adalah sama dengan ritme pembuka. Perhatian pada detail yang patut diapresiasi.
ease//
Terdengar lebih abrasif. Tempo dan ritme membentuk pattern repetitif yang diselamatkan oleh dialog reverb. Kehadiran sesi tiup di lagu ini mengingatkan saya akan kontur melodi yang dibangun band seperti Do Make Say Think, hal yang dengan sendirinya cukup jarang ditemukan di genre ini. Lavndear berhasil melakukannya secara mulus. Props!
———————-
Mixing di Maxi Single ini juara. Apakah bisa dialihkan secara mulus ke atas panggung? Mudah-mudahan.
Worthy addition to Lavndear discography. Tidak melanglang terlalu jauh dari skema debut album namun terasa progress terutama di departemen produksi.
😻😻😻
Demikian rangkum emosi yang hadir saat mendengarkan materi ini. It’s an opinion and music is always personal. So shape your taste.
Dengarkan / Sukai / Sebarkan.
Tersedia di @bandcamp.
@lavnfear adalah
Farrah – vokal @lavendeaarr (birthday girl!!)
Fitro – drum @fitrodiziantoo
Ario – bass @arioperdana_
Roy – gitar @r__ha_ha (birthday boi!)
Azmi – Gitar @azmidiot
#praisesandbashes
#shapeyourtaste