Setiap hari, ada 115 ribu pesawat mendarat di seluruh dunia. Di waktu bersamaan, sekitar 8 ribu pesawat ada di udara. Di tengah padatnya lalu lintas udara, keselamatan jadi prioritas. Kalau ada gangguan cuaca buruk, GPS jamming, atau pesawat asing, pendaratan bisa dibatalkan.
Di luar negeri, kejadian seperti ini sudah sering. Tapi di Indonesia, ada yang lebih unik. Antara 4–6 Juli 2025, 21 pesawat batal terbang dan mendarat di Soekarno-Hatta. Penyebabnya? Layangan.
Pemerintah, AirNav, hingga Kepolisian turun tangan. Main layangan di dekat bandara bukan hal sepele. Ini ancaman nyata buat keselamatan penerbangan. Kira-kira tindakan tegas apa yang bisa dilakukan oleh para penegak hukum?