Tompi, Monita Tahalea, Rama Widi, Dukung Konser Amal Virtual Berklee College of Music – Boston

VOA — 

Didorong kepedulian untuk membantu masyarakat korban covid-19 di Indonesia, mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang sedang belajar di Berklee College of Music di kota Boston, Amerika, menggelar konser amal virtual “Konser Untuk Indonesia.”

Konser yang digarap oleh 30 mahasiwa dan alumni Berklee College of Music ini mendapat dukungan dari para artis terkenal dari tanah air seperti vokalis alumni Indonesian Idol Monita Tahalea, penyanyi dan musisi jazz Tompi dan harpis internasional asal Indonesia Rama Widi.

Musisi Harpa internasional, Rama Widi, berkolaborasi dengan ensemble Berklee College of Music dalam konser virtual Konser Untuk Indonesia.

Beragam lagu Indonesia dari genre pop, lagu rakyat dan daerah dikemas dalam aransemen modern dan orkestra. Konser virtual ini dirilis tepat tanggal 4 Juli 2020, di kanal YouTube akun PERMIAS (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika) cabang negarabagian Massachusets dengan durasi hampir satu jam.

Presiden Berklee Indonesian Community (BIC), Sharon Stephania memberi penjelasan singkat konsep dari konser virtual ini, “Basically ini merupakan konser virtual yang pre recorded. Jadi kita siapkan semua bahan dan rekamannya terlebih dahulu baru setelah itu di compile dan nanti tinggal di streaming di platform streamingnya. Tujuannya kita membawa lagu-lagu (rakyat) Indonesia dari Pop hingga lagu-lagu daerah juga kita aransemen ulang.”

“Presiden Berklee Indonesian Community, Sharon Stephania (kanan) dan Ketua Permias Massachusetts, Ardian Sukamdani memberi sambutan di acara Konser Untuk Indonesia”.

Sharon, yang juga mahasiswi tahun terakhir Berklee College of Music dengan major film scoring dan minor in conducting juga mengatakan tidak memiliki target yang terlalu besar, namun dengan musik, BIC ingin mengajak para penonton bisa menikmati lagu-lagu Indonesia sambil beramal.

Kepedulian yang sama disambut baik oleh Presiden PERMIAS cabang Massachusets, Ardian Sukamdani. “Sebelum-sebelumnya kita sudah menjalin kolaborasi dan kerjasama, kita menyokong mereka dalam konser ‘Legenda’ di Indonesian Cultural Night dan kali ini alhamdulillah kita bisa menyokong kembali mereka dalam kesempatan charity konser ini. Dan di sini role Permias Massachusetts adalah media outreach.”

Konser diawali dengan lagu “Ampar-ampar Pisang” dengan aransemen yang sangat dinamis dan penuh semangat. Disusul lagu daerah “Rasa Sayange” dengan penampilan Dr. Tompi bersama ensemble Berklee Indonesian Community.

Musisi dan vokalis Tompi, tampil bersama ensemble Berklee College of Music dalam Konser Untuk Indonesia.

Penampilan vokalis Monita Tahalea juga sangat mencuri perhatian ketika membawakan lagu pop klasik Indonesia “Lilin Lilin Kecil” karya James F. Sundah. Pemain harpa internasional asal Indoensia Rama Widi memperlihatkan kepiawaiannya dalam lagu “Merakit” karya Yura Yunita.

Di sela-sela konser para musisi menghimbau para penonton untuk menyumbang melalui berbagai cara, dari digital hinggal tranfer dana ke akun bank, seluruh sumbangan akan disalurkan sebagai bantuan pangan bagi korban covid-19 di Indonesia melalui organisasi Food Bank of Indonesia (FOI).

Alumni Indonesian Idol, Monita Tahalea, tampil bersama ensemble Berklee College of Music membawakan lagu ‘Lilin Lilin Kecil’ (courtesy: Berklee Indonesian Community).

Konser diakhiri dengan medley lagu-lagu pop Indonesia diantaranya “Untukku” karya Yovie Widianto, “Pupus” karya Ahmad Dhani, “Januari” karya Glenn Fredly hingga lagu “Berharap Tak Berpisah” karya Denny Chasmala yang dipopulerkan oleh Reza Artamevia.

Hadirnya para artis terkenal tanah air dalam konser ini merupakan kesempatan langka bagi para musisi muda Berklee College of Music dan berharap banyak pelajaran yang didapat.

“Mereka pas kita reach out, mereka positif banget, memang artis-artis ini kebetulan terkenal sebagai orang-orang yang suka ikut acara-acara seperti ini, konser galang dana. Jadi mereka positif banget responsenya, langsung on board mau ikut, very excited. Jadi kita juga senang kerja bareng mereka,” ujar Anastasya Poetri, selaku salah seorang penanggung jawab aransemen dan vokalis di konser ini.

Mahasiswi Berklee College of Music bidang song writer tahun terakhir ini juga mengatakan waktunya cukup padat dalam proses persiapan konser dan ditambah mengerjakan tugas-tugas sekolah yang saat ini dilakukan sepenuhnya secara daring karena pandemi Covid-19.

Bagi warga Jakarta, Reggie Amadeo, tayangan konser di akun youtube ini sangat memukau dan membuatnya bangga karena anak bangsa menggunakan (musik) jazz sebagai media untuk mengekspersikan kreatifitas sekaligus membantu mereka yang terkena dampak pandemi. Reggie juga tergerak memberi sumbangan dimana para pengurus akan menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ensemble Berklee College of Music dalam Konser Untuk Indonesia (courtesy: Berklee Indonesian Community).

Sementara, Diana Santosa, dari Jakarta, setelah mendapat informasi tentang konser ini melalui Permias Massachusetss menyatakan kekagumannya atas aransemen lagu-lagu daerah yang unik dan penampilkan musisi muda dari Berklee. Diana menambahkan sebagai orang beragama (Islam/Muslim) adalah kewajiabannya untuk berbagi dan menolong sesama manusia. Ia tak ragu turut menyumbang bagi para korban pandemi Covid-19.

Pihak panitia, Sharon mengatakakan kepada VOA, seminggu setelah konser dirilis tanggal 4 Juli 2020, dana sumbangan yang telah terkumpul hampir mendekati 100 juta Rupiah. Konser virtual ini masih bisa disaksikan terus di akun YouTube Permias Massachusetts dan penonton dapat menyumbang hingga tanggal 25 Juli 2020.

Berklee College of Music merupakan sekolah musik yang melahirkan para peraih Grammy Award termasuk John Mayer, Charlie Puth, Diana Krall hingga Quincy Jones. Sementara para alumni asal Indonesia termasuk diantaranya musisi kawakan Andi Rianto, Aminoto Kosim dan Eramano Soekaryo. [zb/nr]

Recent Posts