Oleh: JAKA PRAKASA
Beberapa bulan silam, di sebuah panggung di dalam lingkup kampus FKIP, puncak acara IKANMAS Art Festival, saya menyaksikan EONOIA? untuk pertama kali. Didorong rasa ingin tahu setelah bertemu dengan mereka di program #Amplitudo@radiovolare. Kesan pertama setelah ngobrol ketika itu – ini band aneh, tapi lagunya bagus. “Memproyeksikan visual ke dalam sebuah komposisi lagu” ; sebuah penjelasan absurd ketika ditanya tentang singel perdana mereka ketika itu, “Senandung Rasa”.
Tampil di panggung yang terlampau besar, karena memang diperuntukkan untuk pementasan tari dan teater, serta keputusan untuk memakai drum elektrik lalu beberapa hal teknis lain membuat EONOIA? tak maksimal. Tapi, ya itu, lagunya bagus, saya suka.
Setelahnya, keesokan hari hingga beberapa minggu kemudian, beberapa rekan bertanya bagaimana EONOIA? di atas panggung? Berkata jujur sesimple saya tidak menikmati karena hal yang sudah disebutkan di atas. Namun estetika sound serta arah musikalitas yang ingin mereka tuju, jelas. Tinggal menunggu momen yang bisa menyelaraskan segalanya.
——————————-
Sebelum memulai, EONOIA? membagikan pamflet sederhana dari panggung berisikan lirik-lirik lagu yang akan mereka mainkan. Pendekatan yang sudah jarang saya lihat (terakhir tahun lalu @stromberryblue melakukannya). “Balee old school ehh” ujar @alcasssss yang berdiri disisi pundak saya mengamini hal yang saya rasakan. Mungkin ini bisa menjadi hal dinormalisasikan nantinya?
And the band started playing..
Kecurigaan saya benar terbukti. Di habitat yang sesuai dengan tata visual dan sound yang mendukung, EONOIA? menjelma jadi band panggung yang mencentang hal-hal yang saya cari dari sebuah penampilan live.
Frontman ekplosif? ✔️ (ngemilnya genteng kalo kata @sirpanji)
Seksi ritem yang solid? ✔️
Melodi gitar yang saling mengisi? ✔️
Synth yang mempertebal fidelity? ✔️
Backing vokal untuk layer ekstra komposisi? ✔️ (ini bonus)
Sepertinya saya cengengesan sepanjang menyaksikan 3 lagu yang mereka mainkan. Perasaan semi pongah ketika berhasil membuktikan intuisi saya masih cukup akurat.
Pekikan FREE PALESTINE!! menutup penampilan EONOIA?.
Ditunggu karya terbarunya, kawan.