Membuka obrolan dengan membahas iterasi terbaru dari IP legendaris “Ada Apa Dengan Cinta” yang akan digarap ulang dengan keseluruhan aktor aktris pendatang baru. Hal brilian yang dilakukan Miles Film adalah, versi terbaru dari AADC ini akan hadir dalam format film musikal, sehingga segala kenyinyiran dari generasi milenial dapat diminimalisir. Simak opini lengkap dari Jaka dan Panji di Ruang Film edisi ini.
Minggu ini Jaka menonton sebuah film horor Indonesia yang sempat cukup gencar dipromosikan lintas media, yaitu “Anak Kunti”. Dengan judul seperti itu dan premis yang dapat ditebak dari menyaksikan trailer-nya, ekspektasi sudah diatur untuk tidak terlalu berharap. Tapi ternyata, “Anak Kunti” mampu membangun cerita dan karakter cukup baik. Walau hal klise horor Indonesia, hantu yang sudah dimunculkan di 10 menit awal misalnya, tetap hadir. Keputusan menggunakan dialog bahasa daerah juga membantu membangun atmosfer. Walau, setting di sebuah pesantren yang berlanjut ke desa yang masih percaya klenik, adalah horor trope Indonesia yang semoga bisa segera dienyahkan. Semua usaha menjalin cerita yang cukup rapi dikemas dari awal, hancur lebur di bagian akhir film. Sulit untuk tidak menuduh proses sunting film ini dipaksakan agar bisa dilanjutkan alias biar ada sekuelnya. Sangat disayangkan, sangat anti klimaks.
Jaka’s reaction: 🤨🤔😲😵💫🥱🤬
Simak selengkapnya dalam episode kali ini.
Dari Skenario Ke Stereo, #RuangFilm di Volare Radio.