HYENAS: Proses Kreatif dan Eksplorasi Sound dalam Debut Album

Oleh: JAKA PRAKASA

Edo dan Panji berasal dari school of rock berbeda. Edo, blues man, dibesarkan oleh riff-riff dari SRV, Jimi Hendrix, Andy Timmons hingga John Mayer. Panji? Ada sebuah video di Youtube yang menampilkan Panji masa lawas membawakan lagu dari pahlawan gitarnya, Jimmy Page. Satu gitaris otodidak, satu lagi akademik dengan pemahaman teoritis. Sungguh perpaduan mantap. 

Sebagai duet gitaris, Edo dan Panji, berbagi tentang proses kreatif dalam mengeksplorasi sound untuk menciptakan sesuatu yang nantinya menjadi karakter Hyenas. Menurut Panji, setiap personel memiliki pendekatan yang unik dan “sumber nutrisi” berbeda, baik dari referensi musik maupun pilihan peralatan.

“Edo kebanyakan menggunakan single coil PRS Silver Sky, sedangkan saya lebih sering memakai pickup Alnico 3 pada Squier Jaguar Classic Vibe. Pendekatan kami yang berbeda ini saling melengkapi dan memberikan keunikan pada sound Hyenas,” ujar Panji. 

Namun, pendekatan tersebut dapat berubah tergantung kebutuhan lagu. Misalnya, dalam lagu seperti Endeavor, Hyenas memilih menggunakan gitar dengan pickup humbucker, seperti Steinberger, Les Paul, dan PRS. “Kami ingin sound yang lebih tebal dan heavy untuk memberikan kesan yang kuat,” tambahnya.

Edo menyoroti elemen penting yang membentuk identitas sebuah lagu. “Notasi, sound yang tepat, melodi, lirik, harmoni, irama—semua itu memengaruhi keputusan kreatif dan identitas lagu. Referensi juga tetap penting, karena saat mengaransemen, kami membutuhkan inspirasi untuk menciptakan musik yang lebih segar,” jelas Edo.

Dalam proses kreatif, Edo menekankan bahwa tidak ada pembagian tugas secara kaku. “Saya dan Panji, atau bahkan seluruh anggota Hyenas, percaya pada divisi masing-masing. Jadi, tidak bisa disebut jalan masing-masing, lebih tepatnya kami mengalir dalam menentukan sound dan tone yang sesuai untuk setiap lagu,” tambahnya.
________________

Artikel ini saya tulis terinspirasi dari pertanyaan @theoutomosaat hearing session Kamis lalu. Menurutnya band kudu memiliki senjata khusus untuk memenangkan pendengar. Dan saya sepakat. Bagi saya, senjata utama Hyenas ada di perpaduan dua gitaris mereka.