Oleh: JAKA PRAKASA
Entah kenapa, saya tidak pernah terpapar trend emo secara signifikan. Mungkin rambut poni menakutkan bagi saya hingga tanpa sadar jadi menjaga jarak. Jadi, saya lumayan terlambat naik gerbong musik “wong kalahan” ini.
Dipicu terpapar band seperti Enamore saat manggung di Synchronize 2024 bersama bandnya yang lain, Lavndear, Azmi tertarik mengulik. Dan apa yang Azmi lakukan?
Dia belajar tuning gitar Midwest Emo dan bikin band baru.
Hasilnya adalah EP “Not Really Matters”. Yang terdengar seperti ide setengah matang yang harusnya masuk penggorengan sedikit lebih lama. Dari 5 lagu, hanya dua yang ada lirik. Sisanya instrumental. Namun, yang bikin sebel itu, 3 lagu instrumen tadi memiliki karakteristik kuat dan potensi menaklukkan pendengarnya. Saya sudah menulis lirik untuk “As You Wish” dan mengganti judulnya jadi “The Man From Solo” tapi Azmi menolak.
“After That Rejection” dibuka riff dengan intuisi melodi Azmi yang terasah. Dan Cups, oh jangan kita lupakan vokalis Cups. Sangat menyenangkan mendengar lagu berbahasa Inggris dengan pelafalan nyaman di kuping. Tarikan vokalnya pun, bak veteran Emo. Begitu pula di “Dusted”. Energi yang solid. Vokalisasi yang emosional.
3 lagu lain hadir dengan tuning FACGCE mengikuti Nabi Midwest Emo, American Football. Disini, drum menjadi latar dibelakang dengan gitar saling bersahutan secara lirih. Distinctive enough, sehingga tidak seperti pengulangan semata. Produksi album ini juga, ❤️ banget.
Semoga untuk iterasi selanjutnya, Paramedian menjelma jadi band utuh dengan kompleksitas aransemen, detail produksi ciamik, dan juga departemen lirik.
Satu opini penutup, Paramedian amat sangat keren saat live.
😼🎸
Demikian sumbang pengalaman dari mendengar karya ini. Opini adalah personal dan selera pribadi.
So shape your taste.
Dengarkan / Sukai / Sebarkan
Tersedia di semua gerai musik digital dan bandcamp
Kaset langsung DM ke @paramedianfflap
Paramedian Forehead Flap adalah
Cups – vokal @mineralgoreng
Azmi – gitar dan lain sebagainya @azmidiot