Oleh: JAKA PRAKASA
SINGLE REVIEW – Bayangkan Bujang Dare adalah anak band. Lalu bayangkan kondisi ini:
Single pertama yang Bujang Dare rilis, lebih dari setahun yang lalu, adalah montase beragam referensi musik yang dieratkan oleh kecintaan terhadap musik psikedelik. Selain bikin mumet, lagu tersebut menghantam kaidah norma baku perilisan dari segi durasi, 9 menit 13 detik, yang membuatnya sulit diputar di media.
Nah tentu, langkah logis selanjutnya adalah, merilis lagu dengan konsep yang lebih ramah dengan harapan meraih penggemar baru. Benar atau benar? Band biasa jelas akan mengambil jalan yang aman.
Tapi ini Danzas. Bukan band biasa. Untuk single terbaru, mereka merilis “Sepoi”. Sebuah lagu instrumental. Ya, instrumental. Danzas bisa saja memilih “Capit Hitam” atau “Labirin”, yang sudah sering mereka bawakan di panggung. Tapi tidak, mereka konsisten membangun branding dan karakter Danzas. Salut.
Paruh awal lagu, membuat saya bertanya-tanya, ini lagu mau dibawa kemana? Riuh rendah saling bersahut-sahutan. Seakan berebut tempat di ruang dengar. Repetisi nada seakan membawa naluri melewati wahana pasar malam berkelok dengan aroma Autan yang menyeruak. Ada perubahan notasi nada dibanding ketika saya mendengarkan lagu ini dibawakan secara live.
Dan tibalah kita di menit 1:49, when that bass lines kicks in. Saya terlempar ke Arrakis bersama Lisan Al-Ghaib. Dialog antara gitar dan bass yang ditimpali windchimes, mengamplifikasi konstelasi nada yang tertata rapi. Momen seperti inilah yang membuat saya menjadi fans.
Namun tiba-tiba, ia berakhir. Wait? What?
Bagaimana Danzas bisa menulis “Siaran Langsung” hingga nyaris menyentuh durasi 10 menit namun menuntaskan irama ghoib kayak gini tidak sampai setengahnya, adalah misteri. It needs a synths solo! Terlalu pendek, kawan. Kentang!
Kita akhiri dengan mengutip Aurora Aksnes – “what is life worth living, if you can’t dance to anything.”
Dan lewat “Sepoi”, Danzas mengundang pendengar untuk berdansa.
“Sepoi” sudah bisa Bujang Dare dengarkan secara utuh di Digital Streaming Platform pilihan Bujang Dare. Dan tentunya di 103.4 FM.
#WartaSkena
#PraisesandBashes
#ShapeYourTaste