Oleh: JAKA PRAKASA
GIGS REVIEW – Hampir setahun tidak menulis euphoria yang dirasakan setelah pulang dari gigs. Apakah ini pertanda kejenuhan? Stagnasi? Atau ternyata saya tidak cukup skena??
Semoga tidak.
Yang pasti malam tadi, @lets.danzas masih di hati.
Salut tepuk tangan ke hadirat kawan-kawan @thepaw.s yang telah konsisten menyuguhkan sajian berbobot nan variatif dari hari ke hari. Saat dekadensi hiburan mulai dirasakan, ruang The Paws menjadi pilihan. Dari malam Jazz hingga @radioshowcase, ritme sudah mulai terbentuk dan penggemar reguler mulai hadir.
Kembali ke alasan saya menulis ini, Danzas. Ya band dansa dansi ini sudah melampaui ekspektasi saya dengan tetap berkarya. Walau, menyaksikan penampilan mereka, kekhawatiran muncul.
Bagaimana cara Danzas memindahkan energi panggung mereka ke dalam file bitrate yang telah melalui kompresi habis-habisan? Sebuah PR besar saat rekaman. Mixing dan mastering akan sangat menentukan. Sebagai band yang cukup kaffah dalam bermusik, tentunya Danzas menyadari ini.
Oh dan mereka juga memainkan lagu baru. Tidak berhasil menangkap apa yang dinyanyikan @tahhhanan tapi sepertinya berbicara soal libido. Masih tidak mengindahkan kaidah durasi, lagu yang kabarnya berjudul “Tersulut Hasrat” itu seenaknya saja memainkan tempo lagu dengan sinkop taraktungtung ciri khas mereka.
Masih dalam bingkai irama psikedelik dengan progresi kord yang menyerempet metal. Bass serta gitar kerap bertukar peran membangun melodi. Saya suka arah musik yang mereka tuju. Semoga lekas rilis materi baru dan masuk radar penikmat musik lebih luas.