Oleh: JAKA PRAKASA
SINGLE REVIEW – Mungkin banyak dari Bujang Dare yang belum tahu, Merahjingga dan Volare memiliki kedekatan emosional dan ikatan historis yang unik. Dimana lembar pertama cikal bakal Merahjingga dimulai saat Sanusi (@dukunmanggung) bersiaran di @primadonafm.
Berawal dari mengasuh program Akustik 28 hingga diajak manggung di event, Sanusi membentuk band yang awalnya bernama Terrified. Nama yang lebih cocok buat band post hardcore. Hingga suatu hari, seusai siaran dia memandang langit Magrib, dan memutuskan nama Merahjingga. Di iterasi pertama Merahjingga ini turut bergabung Ardhi (@syehmuhammad.ardhi), yang kita kenal sekarang sebagai drummer Danzas (@lets.danzas).
Paham kan sekarang kenapa Sanusi sangat demure, cool and collected di atas panggung? Mantan penyiar gitu loh.
Judul debut album Merahjingga terinspirasi awalnya dari nama bis, Maju Terus. Yang kemudian berubah menjadi “Ma” berarti Mamak. “Arus” dalam bahasa Ahe yang bermakna “mengaminkan”.
“Jadi harapan kita album ini bisa menjadi harapan-harapan dan doa-doa yang diaminkan oleh ibu” demikian disampaikan oleh Atuy (@atuy_yutajama).
Sebuah cocoklogi yang menyenangkan kalau ini sih.
@merahjinggaofficial ada berencana untuk merilis Ma Arus dalam bentuk rilisan fisik. Semoga dapat direalisasikan agar kita, penikmat musik, dapat mendukung karya mereka secara lebih signifikan.
Always support your local movement, bands and businesses.
Like / Share / Purchase.