Di tahun 2012 Presiden SBY melempar wacana kereta cepat Jakarta–Bandung, dengan studi awal bareng JICA. Tapi proyeknya belum sempat jalan.
Di era Presiden Jokowi, 2015, lampu hijau akhirnya nyala. Jepang sempat jadi kandidat partner, tapi akhirnya Tiongkok yang dipilih. Dari situ lahir PT KCIC (hasil kolaborasi BUMN dan konsorsium China), dengan investasi USD 6 miliar tanpa APBN.
Setelah berbagai tantangan dari lahan sampai utang, terbaru diketahui bahwa pemerintah Indonesia (Danantara & Dewan Ekonomi Nasional) & Cina setuju merestruktur tenor hutang KCIC hingga 60 tahun. Menkeu Purbaya merespon: “Bagus! Saya ngga ikut kan? TOP!”
Menurut Anda, masa depan Whoosh bakal tetap melaju kencang atau melambat di tengah jalan?