FOTISMINI 29/05/2021

Tahun 2016, tiga anak muda asal Jakarta berkumpul untuk membuat band. Mereka adalah Fathia Izzati (vokal dan keyboard), Era Patigo (drum) dan Mayo (bas). Formasi itu dirasa kurang lengkap sehingga Fathia mengajak kakaknya, Faiz Novascotia Saripudin (gitar/vokal). Fathia mengajak juga pacarnya, Iqbal Anggakusumah (gitar). Sejak itu mereka sepakat membentuk band bernama Reality Club. Mayo keluar setelah enam bulan band terbentuk karena kesibukan pribadi. Mereka pun tetap membuat musik dan menulis lirik dengan tujuan menghibur pecinta musik. Sampai akhirnya, mereka mengajak Nugi Wicaksono memainkan bas menggantikan Mayo.

Tahun 2017, Reality Club merilis album perdana berjudul Never Get Better yang berisi 13 lagu! Napas musik ke-5 personilnya terus bergema dari hari ke hari berkat semakin naiknya nama Reality Club ke permukaan. Bisa dibilang, memiliki vokalis yang berbakat dan juga seorang content creator seperti Fathia Izzati yang mampu membawa pengaruh positif besar, menjadi keunggulan tersendiri untuk Reality Club.

30 Agustus 2019, album kedua Reality Club yang berjudul “What Do You Really Know?” rilis ke pasar musik tanah air. Album ini menunjukkan sisi lain dari Reality Club yang sebelumnya bernuansa cheerful menjadi lebih dark dan jadi penggambaran akan sebuah perjalanan. Album ini adalah sebuah pendewasaan dan pengalaman yang mengantar mereka ke dalam posisi saat ini. Juga ada sisi gelap dan terang dari kehidupan yang bermakna kalau hidup bukan hanya ada rasa kehilangan, amarah, frustasi. Tapi juga ada rasa nyaman, ikhlas dan bijaksana. Rilisan album ini didahului oleh tiga single yang memiliki warna berbeda: “Telenovia”, “SSR”, dan “Alexandra” yang masing-masing menggambarkan tiga fase berbeda pada album ini.

25 September 2020, Reality Club merilis album mini berjudul “The Rush and Other Vices”. Mereka menghadirkan tiga versi berbeda dari The Rush, sebuah lagu yang telah dirilis di album studio kedua mereka “What Do You Really Know?” pada tahun 2019 yaitu The Rush (versi album), The Ultimate Rush (versi asli dari The Rush), dan The Rush Remix, sebuah olahan bercita rasa hip-hop yang nantinya akan menampilkan artis hip-hop/RnB Indonesia, yaitu Basboi. Tiga lagu dengan tiga genre berbeda ini sengaja disajikan Reality Club sebagai hasil eksplorasi dan eksperimen mereka dalam bermusik yang lebih luas. Ternyata, “The Rush” sendiri bercerita tentang seorang pria yang sedang berjuang dengan kecanduan yang menahan batinnya untuk hal-hal berbahaya. Pria tersebut menjalani dunia gelap seperti berjudi, merokok, minum-minum, dan bahkan memakai obat-obatan terlarang.

26 Maret 2021, Reality Club menggaet Bilal Indrajaya dan merilis single ‘I Wish I Was Your Joke’. Mereka mengaku bahwa ‘I Wish I Was Your Joke’ adalah lagu soal bucin alias budak cinta, yaitu seseorang yang nggak masalah meski cuma jadi ‘joke’. Lagu tentang seseorang yang nggak masalah jadi opsi berapapun, yang penting akan ada waktunya si sosok yang dicinta kembali kepadanya. Reality Club memang menghadirkan tema yang lebih sinematik di perilisan ini, dengan merilis poster, teaser, dan trailer dari video klip selayaknya film pada umumnya. Lagu ini berisikan lirik bermakna ganda yang dicampur dengan sentuhan berkelas dari strings quartet oleh Chicha Adzharidan dan vokal menggoda dari Bilal Indrajaya.

Recent Posts