FOTISMINI 05/09/2020

Nama Brian Immanuel begitu mencuri perhatian musik nasional dan mancanegara berkat lagu “Dat $tick” pada 2016. Saat itu Brian menggunakan nama Rich Chigga, nama yang kemudian mengundang kontroversi dan diubah Brian menjadi Rich Brian per 2018. Video yang direkam seadanya bersama teman-temannya di Jakarta ini, viral di dunia. Oleh 88rising, label dan manajemen Brian, video tersebut sampai mengundang reaksi dari rapper populer seperti Flatbush Zombies, 21savage, Desiigner, dan Ghostface Killah. Sampai saat ini, video yang diunggahnya 4 tahun lalu itu sudah disimak lebih dari 159 juta kali di YouTube.

Sejak usia 11 tahun, Brian aktif di twitter dan sempat viral berkat video Vine. Ketimbang musik, tadinya ia lebih tertarik menekuni dunia sinematografi. Baru tertarik dengan musik setelah mendengarkan Tyga, kemudian Macklemore, sampai menemukan lagu-lagu Drake dan 2Chainz. Lahir dan dibesarkan di Jakarta, Indonesia, sebagai anak yang “home schooled”, Brian mengaku banyak belajar dari internet, mulai dari bahasa, berteman, sampai lelucon yang ia temukan dari stand up Dave Chapelle, yang kelak dibawakan di lagunya. Mengikuti idolanya, Kendrick Lamar dan Childish Gambino, yang disebutnya bukan komedian tapi punya lirik dengan isi lawakan yang menarik.

Publikasi seperti Time pernah menyebut Rich Brian dengan “Meet the 17-Year-Old Indonesian Rapper Who Hacked the World”. Ia bergabung dengan 88rising, label, manajemen yang didirikan Sean Miyashiro bersama Jaeson Ma. Selain Brian, artis lain yang berada di 88rising diantaranya NIKI, Joji, Keith Ape, Higher Brothers, dan Stephanie Poetri. Ia telah merilis 2 album, Amen (2018), The Sailor (2019), dan EP 1999 (2020).

Masa karantina pandemi Covid19 dimanfaatkan Rich Brian untuk mengerjakan album EP 1999, yang dirilis pada 25 Agustus 2020. Di 7 lagunya, ia bercerita tentang teman palsu, terapi dan menjadi pribadi yang tidak mudah cemas. Album ini diproduserinya bersama Bekon & The Donuts, Diamond Pistols, dan Louis Bell.

Love In My Pocket ditulis dan diproduseri Bekon dan The Donuts untuk EP 1999. Video klipnya dirilis dalam 2 versi berbeda, pertama pada Juli 2020 dan kedua pada Agustus 2020. Versi pertama menampilkan Rich Brian berada di layar hijau dan berjalan di atas treadmill. Dibuat seperti belum selesai memang jadi alasan Brian untuk mengajak siapapun mengedit video klip tersebut. Ada yang memberikan animasi kartun Peppa the Pig sampai marching band. Versi kedua menampilkan Rich Brian dan tiga “kloningan sempurna” miliknya di laboratorium rahasia. Versi ini menghadirkan satu produk mie instan populer Indonesia, selengkapnya, simak sendiri video klipnya.

Recent Posts