Oleh: MinBae @noisybae
AMPLITUDO akhirnya ngobrol bareng band Punk 70’s asal Pontianak yang lagi rame di skena: The Dirtyspike. Mereka digawangi oleh Doy (bass), Cebong (drum), Aldi (gitar), Daeng (gitar), dan Jason (vokal).
Cikal bakal band ini ternyata dimulai dari duo Doy dan Cebong. Walau udah punya band Hardcore Punk, ternyata kecintaan Doy sama Ramones dan Misfits bikin dia pengen nyemplung ke ranah punk 70’s. Dari situ mereka hunting vokalis, eh malah dapet gitaris dulu. Setelah Iif sempat join bersama dengan Daeng, posisi gitar akhirnya diisi oleh Aldi, dan Jason resmi mengisi lini vokal.
Funfact-nya nih, kalo liat foto band ini biasanya cuma ada 4 orang. Kenapa? Soalnya Daeng lagi berdomisili di luar kota karena kerjaan. Tapi jangan salah, walau LDR-an, dia tetep ngirimin materi dan lirik ke temen-temennya. Salut, tetep commit sama band meskipun jarak memisahkan.
Awalnya, band ini bernama Dirty Speak (alias “bicara kotor”), tapi biar lebih catchy diplesetkan jadi The Dirtyspike. Boleh laaaah.
Sampai hari ini, mereka udah merilis 2 single. “Iler” yang terinspirasi dari momen kocak ngeliat temen pekerja yang super capek sampe kayaknya pengen langsung tidur di rumah… ‘sampe ngiler’. Lucu tapi real. Lagu ini direkam di tempat Rendy (drummer Wave) yang juga pernah jadi tamu Amplitudo. “Kilas Balik” tentang nostalgia bareng temen lama pas pulang merantau. Obrolan kecil yang ternyata bisa jadi refleksi perjalanan hidup.
Yang unik, mereka sempet kolaborasi sama kuliner skena legend: Nasi Jalang. Artwork lagu mereka dicetak jadi bungkus nasi! KEREN BANGET!!
Lagu-lagu The Dirtyspike memang berdurasi pendek, konsepnya biar gak capek kalo main. Punk sejati sih! Rilisan mereka juga tersedia dalam bentuk kaset fisik lho dan rencananya mereka bakal merilis EP di akhir tahun ini.
Simak selengkapnya di sini!
Simak AMPLITUDO setiap Senin, pukul 7-9 malam!
Live di:
- streaming: volarefm.com
- Instagram & TikTok @radiovolare