Oleh: MinBae @noisybae
Musim kelima dibuka manis sama Apple Waltz, sebuah band indie rock yang lahir dari obrolan, bukan ambisi.
Hapra (vokal, gitar), Oyan (bass), Fitro (drum), dan Hanan (gitar) adalah contoh nyata kalau tongkrongan yang cocok bisa jadi band. Awalnya, Hapra dan Oyan nongkrongnya keras di skena hardcore, tapi malah kepleset ke noise dan rock berkat Fitro dan Hanan.
Nama Apple Waltz sendiri? Dapat dari menu minuman di coffeeshop. Dan yang ngasih nama adalah manajer mereka. Keren nggak? Entahlah. Tapi berhasil nempel.
Kata Oyan, proses kreatif mereka tuh secepat dan senyaman itu. Baru dua minggu terbentuk, udah gas rekaman. Sebulan kemudian, EP pertama mereka “Styrofoam” lahir yang berisi 5 lagu pendek, gurih, dan lumayan bikin nagih karen durasinya yang pendek-pendek
Kalo ditanya musiknya? Bayangin Sonic Youth pacaran sama Dinosaur Jr., tapi Pavement numpang tidur di sofa. Kurang lebih kayak gitu. Durasi lagunya juga sependek motivasi mantanmu balikan. Tapi cukup buat kena.
Ada “Ketika Ha Ha Ha!” yang isinya tentang ikut tur band temen, tapi lebih fokus ke kuliner dan cari kenalan. “Rajutan” adalah LDR journalnya Hapra, cerita tentang jarak, rindu, dan baju rajut yang nggak pernah dikirim.
Lalu ada “Silau”, lagu tentang orang yang sepi, dan silau lihat temennya bahagia. Lagu ini bahkan punya video klip DIY yang direkam pake handycam, diedit langsung sama Larva, si manajer merangkap videografer dan kadang HRD band.
Apple Waltz itu bukan band yang terbentuk buat viral. Mereka cuma empat orang yang suka obrolan, suka musik yang pecah dikit, dan percaya kalau hal baik bisa datang dari pertemanan yang tepat.
Simak selengkapnya di sini!
Simak AMPLITUDO setiap Senin, pukul 7-9 malam! Live di:
- streaming: volarefm.com
- Instagram & TikTok @radiovolare