Oleh: MinBae @noisybae
Ada band yang comeback cuma karena momentum. Ada yang comeback karena rindu. Dan ada yang comeback karena panggilan yang gak selesai.
Killformed kayaknya masuk kategori terakhir.
Band yang pertama kali terbentuk tahun 2012, di era slamming lagi liar-liarnya, justru milih jalur yang beda. Saat orang rame main breakdown brutal, mereka ambil tikungan tajam: Gothic Black Metal dengan sentuhan pop dan vokalis perempuan. Melawan arus itu risiko, tapi juga identitas.
Periode 2012–2015 jadi masa aktif mereka wara-wiri gig. Bahkan sampai Olak-Olak Kubu mereka gas. Sampai akhirnya di 2017 muncul pertanyaan yang gak bisa dihindari: “Kita bermusik ini buat apa?”
Pertanyaan itu gak main-main. Di tahun yang sama, Killformed memutuskan berhenti. Alasannya keagamaan. Mesin pun dimatikan, Selesai.
Mereka putus kontak selama 8 tahun. Bukan sekadar vakum. Bener-bener hilang komunikasi. Sampai akhirnya Denny yang mulai gerak. Satu per satu dia hubungi member lama. Katanya sih cuma kangen ngeband dan kepo kabar teman-teman. Tapi dari situlah api kecil mulai nyala lagi.
Aji Sudah jadi produser musik aktif. Wanto, Jadi guru musik di sekolah menengah teknologi industri. Melihat itu, Denny makin yakin kalau mesin ini belum karatan.
Dengan Aji di dalamnya, yang kita tahu sering memproduseri banyak band, Killformed gak pakai pemanasan lama. Dua guide gitar kiriman Denny langsung berkembang jadi lima materi baru. Dan kali ini mereka banting setir ke Metalcore.
Secara musikal, lebih modern. Lebih padat. Tapi tetap ada aura kelam yang jadi DNA mereka.
Target terdekat? Mereka pengen banget main di acara Kosong-Kosong tahun ini. Kalo ada yang kenal sama panitianya tolong disampein yaa..
Dan satu lagi yang menarik: Killformed pengen banget kolaborasi dengan Tino Ame. Bayangin aja kalau ini beneran kejadian. Rock Metal ketemu penyanyi musik Dayak. Chaos? Atau justru magis?Dengerin siaran ulangnya yuk!
Simak AMPLITUDO live setiap Senin, pukul 7-9 malam!
- streaming: volarefm.com
- Instagram & TikTok @radiovolare