Sepanjang tahun 2021, Komisi Perlindungan Anak mencatat ada 240 kasus tawuran pelajar. 35 di antaranya berujung kematian.
Di Jawa Barat, tempat kasus terbanyak dicatat, Gubernur Dedi Mulyadi mengambil langkah tak biasa: mengirim pelajar ‘nakal’ ke barak militer selama 14 hari. Program kontroversial ini menuai pro dan kontra. Program ala militer dianggap solusi oleh sebagian, tapi dinilai kurang tepat oleh yang lain.
Solusi, atau tidak menyentuh akar masalah?