JALIN KEKERABATAN HARRIS PONTIANAK GELAR MEDIA GATHERING DI KAMPUNG BAHARI

HARRIS Hotel Pontianak menggelar Media Gathering pada Selasa (30/1/2017), Bertempat di Cielo Sky Lounge di Lantai 12. Andi Grinaldi Mattinetta selaku General Manager HARRIS Hotel Pontianak mengatakan Media gathering dilaksanakan dalam rangka memberikan apresiasi  kepada Rekan-rekan media baik dari sisi Media Cetak, Elektronik, Social Media, Bloger dan Vloger. Selain itu Andi mengatakan Media massa mempunyai peranan penting untuk menginformasikan kegiatan dan perkembangan bisnis perusahaan kepada masyarakat, “Buat kami media itu yang selalu mendukung Harris Pontianak dan sejak kami buka sampai dengan menuju tahun ke 3 kami berdiri.

Tak hanya itu, Harris Hotel Pontianak yang berlokasi di Jalan Gajah Mada No. 150 Pontianak  ini sekaligus Launching Promo All You Can Eat Kampung Bahari. Dengan Andalan Sea Food dan varian lainnya. Jenny P Gultom selaku Food Beverage Manager menyampaikan selain dari variasi menu “All You Can Eat” ini, keunggulan promo adalah para tamu tidak perlu khawatir untuk masalah waktu. Promo ini juga memiliki tematik berbeda setiap harinya, dimulai pada pukul 19.00 – 23.00 WIB, setiap hari Senin s/d Sabtu. Febriyanto Safar selaku Executive Chef juga menyampaikan para tamu bisa lebih luasa dalam memilih menu favorit maupun waktunya. Selain yang telah disebutkan di atas, dengan menu yang bervariatif dan waktu yang fleksibel, para tamu juga akan dimanjakan dengan penampilan Live Music yang membuat suasan terasa lebih meriah.

Indonesia 10

Simak setiap hari Minggu, pukul 11 siang
Host: Febi
Chart oleh: Venny

MI ML M
Judul Lagu
Artis
1
3 7 Tunggu Di Sana Armand Maulana
2 4 6 Di Atas Meja Payung Teduh
3
1 8 Wahai Kau Tuan Widi Mulia
4
5 5 Slow Drive Closure
5
7 4 Something About Us Rayssa Dynta
6
2 8 Hingga Barry Item
7
8 3 Metamorfosa Andien
8
9 2 Langit Yang Sama (Feat. Kyriz Boogieman) Nadya Fatira
9
BARU 1 Kematangan Cinta The Groove
10
6 9 Suara GAC (Gamaliel Audrey Cantika)

MI = Minggu Ini
ML = Minggu Lalu
M = Minggu di tangga lagu

Keluar:
Kunto Aji – Konon Katanya

Volare Number One Sound

Catch the chart show every Sunday at 9 am, repeat at 2 pm
Chart compiled by: Venny | Hosted by: Febi

TW
LW
WOC
Song Title
Artist
1 3 8 Photograph (Feat. Natalie Merchant)
R.E.M
2
5 8 Fireworks
First Aid Kit
3
7 8 Cold Nights QTY
4
9 7 International Blue Manic Street Preachers
5
8 7 Like A Motherless Child Moby
6
1 9 Loving Is Easy (Feat. Benny Sing) Rex Orange County
7
10 7 From Under Liquid Glass Peace
8
13 6 Doom or Destiny (Feat. Joan Jett) Blondie
9
14 7 Bodies HamsandwicH
10
16 7 Don’t Don’t Do It (Feat. Kendrick Lamar) N.E.R.D
11
4 9 New Year’s Eve Pale Waves
12
17 6 Songbird in a Cage Charlotte Gainsbourg
13
19 5 Agree POLIҪA and s t a r g a z e
14
2 10 Lying Foreign Air
15
21 6 God Save Our Young Blood BØRNS & Lana Del Rey
16
22 5 The Weekend SZA X Calvin Harris
17
6 10 Let It Sway DYGL
18
25 4 Filthy Justin Timberlake
19
24 5 Fallin’ 4 U Will Heard
20
26 5 My God Has A Telephone The Flying Stars of Brooklyn NY
21
28 4 I Can’t Quit The Vaccines
22
11 8 Only You (Feat. JMR) Maths Time Joy
23
29 3 Everybody’s Coming To My House David Byrne
24
30 4 Audrey (Spending All My Time With You) The Shacks
25
31 3 Feel the Love Go Franz Ferdinand
26
12 9 Come Through and Chill (Feat. J. Cole & Salaam Remi) Miguel
27
32 4 All The Way Live The Go! Team
28
33 3 Everybody Wants To Be Famous Superorganism
29
35 2 Your True Name The Radio Dept.
30
15 9 Broken People Logic & Rag’n’Bone Man
31
36 3 Somebody Special Nina Nesbitt
32
37 2 Wait Maroon 5
33
NEW 1 Leave It In My Dreams The Voidz
34
39 2 Magazine Editors
35
NEW 1 YO! MY SAINT (Feat. Michael Kiwanuka) Karen O
36
18 11 Lunatic The Slow Readers Club
37
40 2 Paradise George Ezra
38
NEW 1 How to Socialize & Make Friends Camp Cope
39
NEW 1 Heaven Julia Michaels
40
20 10 Summer In December G-Eazy

 

TW = This Week
LW = Last Week
WoC = Weeks on Chart

Chart Worthy:
Haux – Heartbeat
Kailee Morgue – Unfortunate Soul

Out This Week:
Paloma Faith – I’ll Be Gentle (Feat. John Legend)
Twin Peaks – With You
Steve Buscemi’s Dreamy Eyes – Swim Deep
Black Rebel Motorcycle Club – Little Thing Gone Wild

FOTISMINI (27 Januari – 3 Februari 2018)

Adalah Alex O’Connor, penyanyi, penulis lagu, multi instrumentalis, dan produser asal Haslemere, Inggris yang baru berusia 19 tahun. Telah merilis 2 album, bcos u will never b free (2015) dan Apricot Princess (2017). Tahukah kamu, Rex awalnya memainkan instrumen drum saja. Namun, berubah pikiran karena ia jenuh berada di posisi paling belakang saat tampil di atas panggung. Rex, keluar sebagai finalis BBC Sound of 2018 di posisi kedua.

Rex, mengunggah lagu-lagunya di akun soundcloud dan dihubungi rapper – produser Tyler, the Creator lewat email. Rex awalnya tidak percaya dan mengabaikan email tersebut. Tyler menghubungi Rex kembali lewat Twitter, barulah Rex yakin. Rex dilibatkan di album Tyler, Flower Boy (2017). Menurut Rex, dari Tyler lah ia memiliki kesempatan lagunya didengar lebih luas dan bertemu artis lain seperti The Internet, Earl Sweatshirt, Frank, dan lainnya. Selain Tyler, the Creator, artis lain yang juga memfavoritkan Rex seperti BadBadNotGood dan Frank Ocean.

Rex melanjutkan studi di The BRITS of Performance Arts and Technology. Sekolah yang sama dengan Adele, Amy Winehouse, Katy B. Sebagai multi instrumentalis, Rex pernah menjadi bagian dari anggota band Frank Ocean saat tur di 2017 dan menjadi gitaris yang mengiringi penampilan Skepta di ajanh Mercury Music Prize 2017.

Selain Tyler, the Creator, Rex menyebut Thundercat, musisi asal California, Amerika Serikat sebagai artis yang memberinya pengaruh. Tapi, untuk album Apricot Princess yang rilis 22 April 2017 ini, Rex menyebut Thea yang memberinya inspirasi. Thea adalah kekasih Rex. Suaranya bisa kamu dengar di lagu Sycamore Girl.

Single “Loving Is Easy” dikerjakan Rex bersama artis pop asal Belanda, Benny Sings. Lagunya dipengaruhi musik soul era 70an. Sudah lihat video klipnya? Seluruhnya dibuat animasi dengan “stop motion” dan terinspirasi dari film pendek animasi asal Prancis, Oh Willy.

Discography

bcos u will never b free (2015)

Apricot Princess (2017)

New Releases (+Our Favs)

Maya

Thirty Second to Mars – Dangerous Nigth

Febi

The Voidz – Leave It In My Dreams

Poltak

Justin Timberlake – Say Something (Feat. Chris Stapleton)

BIOSKOP – Dilan 1990

Quote bertaburan dimana mana dan film ini jadi fenomena film remaja zaman old yang dibuat zaman now. Sebagai film yang diadaptasi dari novel best seller tentunya ekspektasi masyarakat terhadap film ini sangat besar. Apalagi alur cerita yang dibangun pada setting waktu tahun 1990an serta karakter tokoh yang kuat dalam novel, terutama Dilan dan Milea membuat penonton menaruh harapan besar terhadap film ini. Tidak heran jika di hari ketiga penayangannya film ini sudah mendapat 921.000 penonton.

Jika ditayangkan di era 90an, film ini pastilah laris manis sebagai kisah cinta yang juga manis. Tapi, bagi kita yang menontonnya di tahun 2018, Dilan 1990 adalah sebuah romansa remaja yang unik. Di sinilah letak kekuatan film; dirinya terlihat beda sekaligus masih relevan dengan kondisi kekinian. Dilan, Milea, orangtua, guru, dan teman-teman mereka terasa seperti orang-orang di sekitar kita. Apa yang mereka lakukanlah yang bakal menarik minat kita, terutama Dilan.

Hal-hal kecil kayak kerupuk dan percakapan sepele dan terlihat gak-jelas mereka memang romantis in their own unique way. Sebagian besar penonton mungkin gak akan pernah mengalami rasanya deg-degan nelfon ke rumah gebetan dengan stake bokap yang galak bisa saja yang mengangkat telfon. Atau belum pada pernah kan nelpon gebetan tapi yang ngangkat malah pembantu yang gak kalah genitnya? haha… Belum lagi mempertaruhkan koin untuk membayar telpon umum. Film ini menggambarkan itu semua dengan sederhana, sehingga tak pelak menjadi kocak.

Seperti halnya karakter Dilan dalam film yang setia pada Milea, film Dilan 1990 ini juga setia pada pembawaan novelnya. Novelis Pidi Baiq menulis novelnya lewat sudut pandang Milea. Milea dituliskan sedang menulis cerita tentang kisahnya di masa lalu ketika bertemu dengan Dilan. Sudut pandang Milea ketika ada di dalam novel menjelma menjadi narasi, begitu juga dengan di film. Narasi di dalam novel sangat penting dan bahkan biasa menjadi tumpuan utama untuk menuturkan cerita. Namun, medium film punya kemampuannya sendiri. Sifatnya yang audio-visual membuat ia bisa bercerita lewat gambar dan suara, tak melulu harus dijelaskan dengan voice over.

Hampir keseluruhan novelnya adalah tentang hidup sehari-hari Milea dan bagaimana ia memandang Dilan. Dilan ini karakter yang cukup rumit juga. Rumit karena cukup sulit diterima oleh akal sehat jika kita membandingkannya dengan karakter di kehidupan nyata sehari-hari.

Film yang diarahkan oleh sutradara Fajar Bustomi dengan keterlibatan langsung dari sang empunya cerita, Pidi Baiq, membuat Dilan 1990 menjadi adaptasi yang cukup baik. Meski diakui sutradara ada beberapa adegan yang dipotong karena keterbatasan durasi, benang merah cerita tetap dapat diwujudkan.

Pendekatan untuk latar tahun 1990an digambarkan cukup pas dengan suasana kota Bandung yang masih sepi sebelum dipadati kendaraan. Namun sayangnya, riasan para pemain yang diceritakan masih siswa SMA itu menjadi kelemahan film ini. Riasan wajah pemain terlihat berlebihan dan tidak natural.

Secara keseluruhan, film ini setidaknya terasa tepat untuk menjadi hiburan bagi para remaja dan masih dapat dinikmati untuk sekadar bernostalgia.

Volare Number One Sound

Catch the chart show every Sunday at 9 am, repeat at 2 pm
Chart compiled by: Venny | Hosted by: Febi

TW
LW
WOC
Song Title
Artist
1 4 8 Loving Is Easy (Feat. Benny Sing)
Rex Orange County
2
3 9 Lying
Foreign Air
3
6 7 Photograph (Feat. Natalie Merchant)
R.E.M
4
8 8 New Year’s Eve Pale Waves
5
9 7 Fireworks First Aid Kit
6
1 9 Let It Sway DYGL
7
10 7 Cold Nights QTY
8
12 6 Like A Motherless Child Moby
9
16 6 International Blue Manic Street Preachers
10
18 6 From Under Liquid Glass Peace
11
14 7 Only You (Feat. JMR) Maths Time Joy
12
5 8 Come Through and Chill (Feat. J. Cole & Salaam Remi) Miguel 
13
19 5 Doom or Destiny (Feat. Joan Jett) Blondie
14
20 6 Bodies HamsandwicH
15
2 8 Broken People Logic & Rag’n’Bone Man
16
22 5 Don’t Don’t Do It (Feat. Kendrick Lamar) N.E.R.D
17
23 5 Songbird in a Cage Charlotte Gainsbourg
18
7 10 Lunatic The Slow Readers Club
19
24 4 Agree POLIҪA and s t a r g a z e
20
11 9 Summer In December G-Eazy
21
26 5 God Save Our Young Blood BØRNS & Lana Del Rey
22
27 4 The Weekend SZA X Calvin Harris
23
13 9 Little Thing Gone Wild Black Rebel Motorcycle Club
24
29 4 Fallin’ 4 U Will Heard
25
30 3 Filthy Justin Timberlake
26
31 4 My God Has A Telephone The Flying Stars of Brooklyn NY
27
15 10 Swim Deep Steve Buscemi’s Dreamy Eyes
28
32 3 I Can’t Quit The Vaccines
29
33 3 Everybody’s Coming To My House David Byrne
30
34 3 Audrey (Spending All My Time With You) The Shack
31
35 2 Feel the Love Go Franz Ferdinand
32
37 3 All The Way Live The Go! Team
33
36 2 Everybody Wants To Be Famous Superorganism
34
17 10 I’ll Be Gentle (Feat. John Legend) Paloma Faith
35
NEW 1 Your True Name The Radio Dept.
36
39 2 Somebody Special Nina Nesbitt
37
NEW 1 Wait Maroon 5 
38
21 10 With You Twin Peaks
39
NEW 1 Magazine Editors
40
NEW 1 Paradise George Ezra

Continue reading “Volare Number One Sound”

Indonesia 10

Simak setiap hari Minggu, pukul 11 siang
Host: Febi
Chart oleh: Venny

MI ML M
Judul Lagu
Artis
1
1 7 Wahai Kau Tuan Widi Mulia
2 2 7 Hingga Barry Item
3
4 6 Tunggu Di Sana Armand Maulana
4
5 5 Di Atas Meja Payung Teduh
5
7 4 Slow Drive Closure
6
3 8 Suara GAC (Gamaliel Audrey Cantika)
7
8 3 Something About Us Rayssa Dynta
8
10 2 Metamorfosa Andien
9
BARU 1 Langit Yang Sama (Feat. Kyriz Boogieman) Nadya Fatira
10
6 9 Konon Katanya Kunto Aji

MI = Minggu Ini
ML = Minggu Lalu
M = Minggu di tangga lagu

Keluar:
Sheryl Sheinafia – Sweet Talk (Feat. Rizky Febian & Chandra Liow)

FOTISMINI (20 – 27 Januari 2018)

DYGL (baca Day-Glo) beranggotakan Nobuki Akiyama (vokal, gitar), Kohei Kamoto (drum), Yotaro Kachi (bass), dan Yosuke Shimonaka (gitar). Dari nama personilnya, memang benar mereka lahir dan besar di Tokyo, Jepang. Kuartet ini dibentuk sejak 2012 saat masih berkuliah di Meiji Gakuin University. DYGL baru merilis 1 album Say Goodbye to Memory Den (2017), 2 mini album EP #1 (2015) dan Don’t Know Where It Is (2016).

DYGL awalnya menjadikan Soundcloud dan Bandcamp sebagai media untuk memperkenalkan musik mereka di dunia maya. Demo tersebut awalnya diproduksi sendiri bersama rekan-rekan band. Namun untuk hasil rekaman yang lebih baik, mereka melakukannya di studio rekaman seperti Studio Lolipop, di Los Angeles untuk album mini, dan studio di Tokyo untuk produksi single bersama engineer asal Australia, Aaron Dobos (pernah memproduksi album The Avalanches).

Meski asli dari Jepang, mereka memilih untuk menyanyikan lagu dalam bahasa inggris. Bisa jadi karena mereka banyak dipengaruhi band rock Amerika Serikat dan UK, seperti the Beatles, the Kinks, the Beach Boys, the Libertines, dan the Strokes. Selain, Jepang, mereka juga pernah tur keliling negara, seperti Taiwan, Hong Kong, Thailand, Malaysia, Indonesia, Korea, dan China. Tahun 2017, mereka tampil di Festival SXSW, Autin, Texas dan Fuji Rock Festival, salah satu festival musik terbesar di Jepang.

Bernyanyi dalam bahasa Inggris bagi DYGL ternyata menemukan tantangan karena pendengar di Jepang belum banyak yang memahami lagu mereka. Namun DYGL yakin, jika memiliki musik yang bagus, maka pendengar akan senang tanpa memperdulikan asal bandnya. Selain itu, dengan fasih berbahasa Inggris juga memudahkan mereka bekerja sama dengan produser luar negeri dan tentu musik mereka lebih banyak didengar di negara lain.

Album Say Goodbye to Memory Den rilis 19 April 2017. Diproduseri Gus Oberg (produser The Strokes) dan Albert Hammond, J (produser & gitaris The Strokes). Albert mendapat kiriman demo lagu DYGL dari rekannya yang bekerja di Jepang dan tertarik untuk bekerja sama. Total 14 lagu yang direkam, dimixing dan dikerjakan di Studio Red Bull, New York. Selama proses produksi album mereka menonton ulang film James Bond. Menurut Albert, musik band DYGL seperti James Bond era Sean Connery. Kamu setuju?